<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7971517</id><updated>2011-04-21T13:17:15.201-07:00</updated><title type='text'>Joko Suprayoga</title><subtitle type='html'>Kendal / Warga Epistoholik Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jokos.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7971517/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokos.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>joko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726647769691001814</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7971517.post-109266575632592813</id><published>2004-08-16T07:12:00.000-07:00</published><updated>2004-08-16T07:20:44.553-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Selamat datang di situs blog saya&lt;br /&gt;sebagai warga &lt;a href="http://episto.blogspot.com"&gt;Epistoholik Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, &lt;b/&gt;Joko Suprayoga&lt;/b&gt; lahir 15 November 1973, alumnus Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro, Semarang. Saat ini bekerja di perusahaan Transportasi dan Ekspedisi &lt;a href="http://www.hmtrans.co-inc.com"&gt;Harapan Mulya Transtama &lt;/a&gt;, Kendal, Jawa Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak SMA  saya senang menulis, pernah jadi Pemimpin Redaksi di Majalah Kampus Warta Mahaprika selama 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai epistoholik,  saya menulis surat pembaca karena saya pikir di tengah kecamuk dan  silang sengkarut republik ini, saya ingin menjadi pemain dan bukan hanya sekedar penonton. Dengan menulis dan mengabarkannya ke masyarakat, setidaknya saya telah menjadikan diri sendiri sebagai tumpuan, belajar berpikir besar, memulai dari yang kecil sekarang juga. Saya percaya, Indonesia yang lebih baik hanya akan tumbuh bila rakyatnya gemar menulis dan membaca.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya menekuni aktivitas sebagai epistoholik baru sekitar 3 tahun belakangan ini. Aduh, saya nggak menghitung berapa buah surat pembaca saya yang telah saya buat. Hanya saja, akhir-akhir ini saya memang sering menuliskannya untuk Harian Suara Merdeka (Semarang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, Suara Merdeka-lah koran yang paling banyak di baca di Jawa Tengah. Untuk Suara Merdeka sejak Maret 2004 lalu sudah ada 27 surat pembaca. Selain itu, saya sering juga menulis surat pembaca  untuk  tabloid BOLA, media olahraga GO  dan tabloid KONTAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga senang bertukar pendapat lewat &lt;i&gt;mailing list.&lt;/i&gt; Ada beberapa milis yang saya ikuti, karena kebetulan tempat saya bekerja memberikan fasilitas Internet yang bisa saya tongkrongi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7971517-109266575632592813?l=jokos.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokos.blogspot.com/feeds/109266575632592813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7971517&amp;postID=109266575632592813' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7971517/posts/default/109266575632592813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7971517/posts/default/109266575632592813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokos.blogspot.com/2004/08/selamat-datang-di-situs-blog-saya.html' title=''/><author><name>joko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726647769691001814</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7971517.post-109266508675569515</id><published>2004-08-16T07:02:00.000-07:00</published><updated>2004-08-16T07:07:40.956-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;(10)  SMS : SARANA UNTUK MENIPU SESEORANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 8/8/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak  kasus dan berulangkali diingatkan mengenai penipuan gaya modern melalui layanan pesan singkat atau &lt;i&gt;short message service&lt;/i&gt; (SMS). Namun, tetap saja muncul korban baru. Ciri penipuan, pelaku tak menggunakan nomor telepon rumah atau HP kartu paseabayar. Mereka selalu memakai HP dengan kartu prabayar. Alasannya agar tak mudah diketahui keberadaannya dan susah dilacak. Setelah mendapatkan sasaran, dia akan membuang kartu prabayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat kita perbuat bila menerima SMS serupa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapi  informasi tersebut secara rasional  dan jangan emosional. Tanyakan pada diri sendiri apakah pernah mengikuti undian/kuis atau sejenisnya? Bila tidak, abaikan saja SMS tersebut. Jelas tidak benar. Bila pernah mengikuti undian, hubungi penyelenggaranya untuk cek silang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak punya nomor telepon penyelenggara, Anda dapat meminta bantuan PT  Telkom dengan menghubungi 108  atau 147 untuk mendapatkan nomor telepon yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menghubungi no telepon (HP) yang ditentukan pelaku. Jangan sekali﷓kali mengikuti perintah pelaku kalau Anda belum, mendapatkan kebenaran jawaban. Lebih baik Anda terlambat mengingat hak  untuk mendapatkan hadiah berlaku selama 6 bulan sejak  waktu pengundian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasikan hal ini kepada warga sekitar agar tidak. Menjadi korban penipuan. Dalam  menjalankan aksinya, pelaku hanya mempermainkan emosi masyarakat yang sering bertindak irasional dan suka hidup dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo&lt;br /&gt;Kendal 51363&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt;a href="http://beha.blogspot.com"&gt;Bambang Haryanto&lt;/a&gt;, 16/8/2004. &lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(10) BACA  BUKU, MALES  AH...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 29/7/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari menduga kebanyakan kita takk punya waktu lagi untuk membaca. Sibuk atau mengurus keluarga adalah alasan yang terlalu mewah. Alasan “kesibukan” sungguh merupakan kebohongan demi menutup rasa malas saja. Coba amati, berapa banyak waktu sia﷓sia untuk ngrumpi,  ngobrol, nonton TV, ngelamun, berkhayal dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa jam dalam sehari dihabiskan untuk hal﷓hal "konyol" seperti itu ? Padahal, kalau waktu tersebut digunakan untuk membaca, hasilnya pasti luar biasa. Aku yakin sekali mengubah diri ke arah yang baik dapat diselenggarakan lewat kegiatan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, buku bukan momok menakutkan yang harus dihindari dan dibenci. Buku adalah makanan rohani yang saingat bergizi bagi tubuh. Buku merupakan makanan untukjiwa dan pikiran. Buku, obat untuk luka, penyakit dan kelemahan perasaan serta pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ekstrem lagi: sejauh orang masih diberi keberanian untuk hidup, membaca adalah keharusan yang selayaknya tidak lagi menjadi beban. Hidup sendiri bukanlah beban. Bila setiap hari, pikiran kita berinteraksi dengan pikiran lain lewat membaca buku, tentu pikiran kita dapat menjadi hebat pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran jika. mutu hidup seseorang ternyata ditentukan pula. oleh mutu bacaannya. Baru boleh heran jika ternyata ada orang ingin bermutu, tetapi malas membaca. Kalau terus menerus malas membaca, bersiaplah bangsa ini menerima takdirnya sebagai bangsa yang dungu dan &lt;i&gt;dogol.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo&lt;br /&gt;Kendal 51363&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt;a href="http://beha.blogspot.com"&gt;Bambang Haryanto&lt;/a&gt;, 16/8/2004. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(09) UANG KONTRAK PEMAIN &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 26/7/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikud ribut﷓ribut soal mekanisme pembagian uang kontrak Yonex untuk pomain bulutangkis, saya jadi bertanya, sebenarnya pemain itu atlet amatir atau profesional sih. Saya yakin, tidak ada seorang pun di antara para pembina dan penentu kebijakan olahraga kita yang secara tegas dan lugas menjawab pertanyaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab memang masyarakat olahraga kita masih bersikap mendua terhadap &lt;i&gt; amateurism&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;professionalism&lt;/i&gt; dalam dunia  olahraga. Kemenduaan sikap itu menurut saya menjadi penyebab munculnya konflik khususnya yang berkaitan masalah uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaktegasan sikap terhadap kedudukan atlet menyebabkan mereka tidak dapat tuntas menuntut haknya. Konsekuensi sebagai atlet amatir adalah tidak memiliki daya untuk melakukan kontrol terhadap segala urusan yang ada disekitarnya. Hak dan kewajibannya hanya berlatih dan bertanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua “urusan” ditangani organisasi alahraga amatir. Salahkah bila ada pemain menuntut hak hadiah uang setelah juara ? Rasanya tidak, bila yang dimaksud dengan hadiah meski berupa uang, benar-benar dimaknai sebagai hadiah dan tidak dilihat besarnya nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua urusan dari penerimaan hadiah sampai kontrak dengan sponsor masih ditangani PB PBSI yang notabene organisasi olahraga amatir. Sebaliknya, tentu saja mereka salah jika penuntutan hak tersebut disertai dengan alasan, sudah susah payah berlatih, giliran menang uang “melayang”. Siapa suruh jadi atlet amatir ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari kerancuan tersebut di masa mendatang, sudah saatnya masyarakat olahraga kita khususnya para pembina dan birokrat, menentukan sikap dan memberi garis yang tegas terhadap pengertian amatir dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula para atlet, sudah saatnya berani mengambil sikap. Bila memang uang menjadi tujuan utama, mengapa tidak sekalian saja menjadi atlet profesional. Tidak perlu malu dan segan mengatakan : “Saya ingin mencari penghasilan melalui olahraga dan bertanding atas nama sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki pelatih dan manajer sendiri, mengatur jadwal pertandingan dengan leluasa dan blangsung menikmati hadiah yang diraih. Jangan lagi bersikap mendua, ingin menikmati fasilitas dan berlatih secara gratis dari organisasi olahraga amatir, tetapi urusan kontrak sponsor dan hadiah juara ingin ditangani sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo&lt;br /&gt;Kendal 51363&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt; a href=”http://beha.blogspot.com”&gt;Bambang Haryanto&lt;/a&gt; 16/8/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(08) MAU ISAP KNALPOT  ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 1/7/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap rokok mengandung lebih dari 4000 zat kimia berbahaya. Salah satunya karbon monoksida yaitu gas.seperti yang dikeluarkan knalpot mobil. Selain itu asap rokok juga mengandung zat seperti &lt;i&gt;ammonia&lt;/i&gt; yang biasa digunakan sebagai pembersih lantai. &lt;i&gt;naftlten&lt;/i&gt; bahan pembuat kapur barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian &lt;i&gt;mitanol&lt;/i&gt; yang sering digunakan sebagai bahan bakar roket, &lt;i&gt;arsenik&lt;/i&gt; atau racun semut putih, butan bahan bakar korek api, &lt;i&gt;kadmium&lt;/i&gt; bahan aki mobil. Juga DDT alias.racun serangga. Demikian yang selalu dikawkan Krisma, teman kuliahku du!u tatkala menasihati kawan yang merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena capai dinasihati, aku dan beberapa kawan berhenti merokok. Saat ini aku tidak ingin menasihati mereka yang masih merokok.  Aku hanya mengingatkan, asap rokok membahayakan dia sendiri maupun perokok pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perokok pasif adalah mereka yang tidak sengaja mengisap asap rokok di sekitar perokok. Bahkan menurut penelitian, perokok pasif dua kali lebih mudah terserang kanker paru dibanding yang merokok langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa. Ketika seorang merokok, sebenarnya dia hanya mengisap sebagian kecil dari seluruh asapnya. Sisanya menjadi polusi dan terisap mercka yang ada di sekitar. Padahal, asap rokok yang dibiarkan terbakar tanpa diisap, berbahaya. Sebab racunnya sama sekali tidak tersaring. Sedang asap yang diembuskan si perokok, racunnya sudah "berkurang" karena sebagian menempel di paru﷓parunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul. Tidak ada orang yang suka mengisap knalpot Merokok atau tidak, pilihan individu, toh risiko ditanggung sendiri. Tapi alangkah barbar dan biadabnya, kalau orang lain yang tidak tahu apa﷓apa harus “menderita” gara-gara asap rokok kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya siapa saja harus berani berkata : " Tolong, jangan merokok di tempat umum, &lt;i&gt;dong. &lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo&lt;br /&gt;Kendal 51363&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt; a href=”http://beha.blogspot.com”&gt;Bambang Haryanto, 16/8/2004&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(07) MAU TERUS MISKIN ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 1/7/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali naik bus kota aku pasti menjumpai penumpang yang asyik mcrokok. Pernah aku iseng﷓iseng bertanya sudah berapa lama  merokok ? Aduh, jawabnya sungguih luar biasa, sejak SD. Sekarang bahkan 2 bungkus rokok @ Rp  5.000 dihabiskan tiap harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpang itu bermodal ijazah SMA cukup beruntung diterima sebagai sopir tetap sebuah perusahaan otomotif walau dengan pendapatan tak tentu. Kadang Rp 400.000, kadang Rp 600.000/bulan untuk menghidupi kcluarga dengan scorang anak.  Namun, anggaran  rokok tak dapat ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat, nasib banyak orang seperti dia di sekitar kita. Mungkin dengan ekonomi lebih buruk.  Ada tukang becak, kuli bangunan,  pekerja serabutan, petani gurem dan juga pengangguran. IniIah problem. Merokok di kalangan rakyat. kecil memicu  lingkaran setan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya rokok menyedot lebih banyak anggaran rumah tangga dibanding untuk membeli susu, daging, telor, buah atau membiayai kesehatan dan pendidikan. Akibatnya kondisi kesehatan anak termasuk buruk. Mereka mengalami disefisiensi yodium, zat besi dan juga vitamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, semua ini terkait dengan pengembangan SDM  yang pintar dan kompetitif di masa depan. Anak﷓anak bergizi kurang, akan terseok﷓seok menghadapi persaingan. Mercka juga tak mampu mengikuti pendidikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, anak﷓anak ini ketika dewasa, dia tak mampu mengakses pekerjaan layak dan tak pernah bisa keluar dari jerat kemiskinan seperti  orang tuannya. &lt;i&gt;Piye jal ?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo&lt;br /&gt;Kendal 51363&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt; a href=”http://beha.blogspot.com”&gt;Bambang Haryanto, 16/8/2004&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(06) BANGSA PENONTON&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 26/6/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali putaran final Piala Eropa digelar, setiap kali pula pertanyaan yang nyaris sama datang, di mana, posisi Indonesia. Relakah kita terus menerus hadir sebagai bangsa penonton?. Korsel membuktikan peningkatan bobot yang tidak tanggung﷓tanggung, sementara kita ... ? Bahkan tim Sinyo Aliandoe 1985 pun kini seperti menjadi monumen impian yang sulit disamai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikemukakan kilah bahwa Korsel bisa berbuat apa saja menyangkut sepakbola karena "kekayaan" negerinya, maka lihatlah Karnerun. Bukankah negeri yang tingkat kemapanan ekonomisnya ada di bawah level Indonesia itu mampu membangun tim yang berkelas dunia ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saking mustahilnya sepakbola kita berprestasi, jangankan mengingat bahwa kesebelasan kita kalahan melulu. Bahkan perasaan kalah itu pun bisa jadi malah tak lagi ada, akibat begitu seringnya kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini membuktikan, meskipun kini sudab memasuki zaman kebebasan, pengelolaan sepakbola oleh para pengurus sesungguhnya belum menjalani reformasi seperti halnya institusi nasional lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers telah membuka wacana baru mengenai kelemahan organisasional. Di antaranya kasus lemahnya wasit dan kacaunya jadwal Liga Indonesia. Tertapi terlihat nyata bagaimana reaktif dan marahnya para pengurus yang belum siap dengan era keterbukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi ini mencerminkan sebuah kondisi pembinaan dan prestasi yang sudah lama mati suri akibat kegagalan kepemimpinan di sepakbola. Inilah warisan pola hubungan  &lt;i&gt;patron﷓client&lt;/i&gt; yang dikembangkan Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengandalkan kepemimpinan para pejabat yang nyata﷓nyata terlalu sibuk untuk memasuki wilayah dengan pengetahuan yang nyaris nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo&lt;br /&gt;Kendal 51363&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt; a href=”http://beha.blogspot.com”&gt;Bambang Haryanto, 16/8/2004&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(05) RINDU SUSI SUSANTI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 28/5/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit senyum kita atas  penampilan Adrianti Firdasari  yang mampu meraih  satu poin kemenangan atas Korsel di perempat final Piala Uber tempo hari. Namun itu belum seberapa dibandingkan kegetiran atas prestasi putri kita yang tak kunjung bangun dari tidur panjangnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;China sudah melahirkan begitu banyak generasi peperus selepas  Tan Jiu Hong/Ye Zhaoying, berapa putri kita  yang mentas setclah generasi Susi Susanti ? Barangkali, Susi Susanti sendiri akan menangis berlama﷓lama manakala sadar “adik-adiknya” belum juga tumbuh menjadi pemain besar yang dapat menggantikan perannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita cuma bisa berharap semoga lahir Susi Susanti baru. Berapa kali lagikah kata-kata itu akan keluar dari mulut kita ? Ataukah khusus Indonesia ini berlaku hukum yang spesial, bahwa pemain putri kelas dunia hanya bisa “dilahirkan”, bukan “diciptakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum  seperti itu bisa saja dikenali faktanya, tetapi percayalah tidak berlaku di mana pun di dunia ini. Kalau ada, hukum seperti ini akan bertentangan dengan prinsip-prinsip olahraga modern yang menyaratkan kemajuan terus-menerus sesuai perkembangan kehidupan manusia. &lt;i&gt;Altius, fortius, citius&lt;/i&gt; tetaplah menjadi acuan sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susi Susanti telah lama menghilang. Namun, bulutangkis Indonesia  tetap mengharap kehadirannya. Kendati tidak dengan tubuhnya, toh mestinya dia bisa hadir dengan rohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sampai detik ini, rohnya pun seakan tidak mau datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo&lt;br /&gt;Kendal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt; a href=”http://beha.blogspot.com”&gt;Bambang Haryanto, 16/8/2004&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(04) SIAPA PEDULI PETANI ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 20/4/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga dasar gabah yang ditetapkan pemerintah memang Rp 1,725/kg. Namun tragisnya, membaca berita Suara Merdeka para petani Grobogan yang merupakaan sentra padi di Jateng hanya  menclapat harga Rp 600﷓Rp 700/kg. Ini menyakitkan, sebab   tidak ada pilihan,  gabah tetap harus dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani  butuh dana. kontan untuk membiayai hidupnya. Mereka bisa saja menyimpan hasilnya, tidak serta-merta melepas ke pedagang/tengkulak, menunggu sampai harga pantas. Namun itu bukan persoalan sederhana. Perlu  kemampuan untuk penyimpanan/pengeringan sampai tingkat kadar air tertentu agar gabah tidak busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak aneh banyak pihak berpendapat, jangan hanya harga dasar sebesar itu bukan petani yang menikmati, melainkan pada pedagang/spekulan. Sebab seiringnaiknya harga dasar gabah, pemerintah juga menaikkan standar kualitas pembelian. Misalnya derajat sosoh dari 95 persen menjadi 100 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar air maksimal 14 persen, butir hijau maksimal 5 persen serta butir hampa, butir kuning dan butir merah masing﷓masing maksimal 3 persen. Petani. tidak memiliki kemampuan untuk mengukur semua itu. Soal ukur﷓mengukur tingkat kualitas, akhrnya hanya menjadi "permainan” para tengkulak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repotnya lagi, meskipun pemerintah menetapkan harga dasar gabah, ternyata hanya berlaku  di  Sub Dolog yang melakukan pengadaan pangan nasional. Harga itu tidak bisa dinikmati petani, karena mcreka tidak bisa berhubungan langsung dengan Sub Dolog saat menjual gabahnya. Segala transaksi dilakukan Sub Dolog lewat kopcrasi atau pedagang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya yang dibutuhkan  saat ini adalah keberanian untuk berbuat. Berbuat mendahulukan kepentingan rakyat banyak di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sayangnya, pemerintah masih  terus berkubang dalam  &lt;i&gt;usreg&lt;/i&gt; hingga praktis membuat agenda menyejahterakan petani terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo&lt;br /&gt;Kendal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt; a href=”http://beha.blogspot.com”&gt;Bambang Haryanto, 16/8/2004&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(03) TARIF TELKOM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 15/4/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyangka, ketika harga Elpiji naik telah lengkaplah derita rakyat kecil ini. Bahwa kemudian tarif KA ekonomi juga naik, itu Cuma pelengkap penderita. Listrik PLN meskipun masih &lt;i&gt;byar-pet&lt;/i&gt; tapi tidak pernah malu menaikkan tarifnya itu juga pelengkap derita yang lain lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menduga, derita rakyat ini sudah mencapai puncak. Dugaan ini ternyata keliru. Terhitung mulai 1 April 2004, PT Telkom telah mengumumkan penyesuaian tarif mengikuti Keputusan Menteri Perhubungan sehari sebelumnya. Penyesuaian 9 % itu dirincikan menjadi kenaikan tarif lokal 28,21 % dan penurunan tarif SLJJ hingga 20 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan untuk menaikkan selalu sama, konon demi menutup kerugian dan meningkatkan mutu pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sialnya, ada data kenaikan sebenarnya yang tidak diumumkan ke masyarakat. Pengamat telekomunikasi dan informatika dari UGM, Roy Suryo,  menyebutkan tarif sambungan telepon  rumah ke seluler kenaikannya 98,67 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, tarif SLJJ yang disebut-sebut turun, ternyata justru mengalami kenaikan pada beberapa zona dan jam tertentu. Masalahnya penyesuaian tarif yang disebutkan Telkom dibarengi juga dengan penyesuaian waktu per pulsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, pada SLJJ hari kerja untuk zona I (jarak 0-20 km), pukul 06.00-0700 tarif lama Rp. 151 per pulsa, tetapi durasi pulsa menjadi 97.60 detik. Jika dihitung pada durasi yang sama (138 detik), tarif baru menjadi Rp. 190.88 per pulsa. Kenaikannya mencapai 26.41 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, untuk percakapan pada durasi yang sama, biaya yang dikenakan pada pelanggan akan lebih besar dengan tarif baru dibanding tarif lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah begini sengsara, masih hendak “dibodohi” pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo&lt;br /&gt;Kendal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt; a href=”http://beha.blogspot.com”&gt;Bambang Haryanto, 16/8/2004&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(02) BERANI MENCOBA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 13/3/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak kenal Veri. Meskipun malam puncak AFI (Akademi Fantasi Indosiar) telah lewat beberapa minggu lalu, hingga kini "demam" Veri Affandi belum juga reda. Veri yang berasal dari Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat Sumatera Utara, sejak awal memang menarik simpati pemirsa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan penampilannya yang sederhana dan berkesan lugu. banyak keluarga jatuh hati kepadanya. Pemuda lulusan STM ini anak seorang tukang becak yang berusaha meningkatkan kehidupannya lewat wdlah pemilihan bintang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Veri bisa seperti sekarang karena berani niencoba. Jika ingin terus maju, harus mencoba sesuatu yang lebih besar atau menekuni bidang baru. Dan untuk itu selalu berisiko kemungkinan gagal. Kita tidak mungkn menemukan lautan biru jika tidak berani berlayar jauh dari pantai. Dengan kata lain, tidak mungkin mendapat peluang tanpa mau menghadapi risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin kutipkan apa yang diucapkan Veri di televisi mengomentari peserta AFI yang harus tereliminasi: "Janganlah kamu menilai mereka yang mencoba dan gagal. Tetapi nilailah mereka yang gagal mencoba”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagian, menjadi hukum besi kehidupan, banyak cara menjadi orang gagal, tetapi tidak berani mencoba adalah cara paling bagus untuk menjadi orang gagal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, lewat AFI mestinya kita bisa belajar, tidak semua akan sukses. Banyak yang akan gagal, begitulah cara manusia akan maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita melihat emas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin  panas api yang melebur semakin murni emas dihasilkan. Begitu juga dengan kita semua. Kita perlu diuji dengan masa sulit dan menderita sebelum menjadi unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga &lt;br /&gt;Jl.  Raya Sapen 99 Sukorejo &lt;br /&gt;Kendal 51363&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh &lt; a href=”http://beha.blogspot.com”&gt;Bambang Haryanto, 16/8/2004&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(01) GUS MUS, JANGAN TINGGALKAN KAMI&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka (Semarang), 17/2/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin bagi Gus Mus, parlemen laksana Academy﷓nya Plato, adalah lembaga politik tempat persemaian pemikiran brilian dan pertukaran ide cemerlang di kalangan politikus yang mengemban misi utama sebagai perumus kebijakan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politikus adalah kumpulan negarawan yang dengan kearifan dan kebajikannya mampu melahirkan gagasan luhur yang memberi pencerahan kepada masyarakat. Bagi Plato, politik adalah jalan mencapai apa yang disebut &lt;i&gt;perfect society.&lt;/i&gt; Bagi Aristoteles, politik adalah cara meraih&lt;i&gt; the best possible system that could be reached.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti halnya Gus Mus, saya sungguh prihatin dengan meluasnya perilaku tercela di kalangan politikus., Saksikan, bagaimana lembaga parlemen kini berubah menjadi &lt;i&gt;ground﷓breeding&lt;/i&gt; bagi praktik korupsi. Parlemen telah beralih fungsi menjadi medan transaksi politik, yang berujung pada uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan anggota parlemen &lt;i&gt;fit and proper test&lt;/i&gt; disulap menjadi &lt;i&gt;fee and property.&lt;/i&gt;  Parlemen adalah lembaga berdaya magnetis kuat, yang menjadi pusaran obsesi banyak orang. Bagi para politikus, parlemen merupakan jalan pintas untuk mengubah kehidupan, sebab menjanjikan kekuasaan, kekayaan dan kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Gus Mus muncul sebagai salah satu caleg DPD Jateng, ada harapan besar, akhirnya ada juga calon yang kompeten dalam pemerintahan, berintegritas tinggi, memiliki moral politik. Dan yang penting mampu memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme sebagai penyakit terbesar negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Gus Mus mundur ada sejuta rasa sesal dan kecewa di hati ini. Namun aku masih yakin apapun pilihan Gus Mus, ada pelajaran besar yang bisa dipetik. Seperti  beliau ajarkan, ketika kita memilih pemimpin sebenarnya kita sedang menciptakan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suprayoga&lt;br /&gt;Jl. Raya Sapen 99 Sukorejo &lt;br /&gt;Kendal&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7971517-109266508675569515?l=jokos.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jokos.blogspot.com/feeds/109266508675569515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7971517&amp;postID=109266508675569515' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7971517/posts/default/109266508675569515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7971517/posts/default/109266508675569515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jokos.blogspot.com/2004/08/10-sms-sarana-untuk-menipu-seseorang.html' title=''/><author><name>joko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02726647769691001814</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
